Hubungan Pola Asuh Dengan Kesehatan Mental Anak Dan Remaja
- July 30, 2023
- dr. A. A. Dwi Ratih Arningsih, M. Biomed, SpKJ

Hubungan Pola Asuh dengan Kesehatan Mental Anak Dan Remaja
Bagaimana sih hubungan pola asuh dengan kesehatan mental anak dan remaja? Pola asuh mengandung suatu pengertian terkait bagaimana cara orang tua atau seseorang yang terlibat dalam pengasuhan memperlakukan anak, mendidik, mendisplinkan, melindungi sehingga anak merasa aman, terlindungi dan mampu berkembang mencapai proses pendewasaannya, dan mampu membentuk perilaku yang sesuai dengan norma di masyarakat.
Proses pada pola asuh ini merujuk pada ayah dan ibu, dimana keduanya memiliki peran yang penting untuk terbentuknya proses tumbuh kembang anak terutama yang melibatkan pada perkembangan secara psikis, emosional.
Membentuk karakter unggul dengan model pola asuh yang efektif
Model pola asuh anak merupakan suatu pendekatan atau gaya yang digunakan oleh orang tua atau caregiver dalam mendidik dan membimbing perkembangan anak. Model pola asuh ini mencakup berbagai strategi, aturan, dan cara orang tua berinteraksi dengan anak dalam rangka membentuk perilaku, nilai, dan karakter anak.
Berikut adalah beberapa model atau gaya pola asuh anak yang umum dikenal:
- Autoritarian (otoriter)
- Permissive (memanjakan)
- Authoritative
Baca juga: Kenali Perkembangan Motorik Kasar pada Anak
Autoritarian (otoriter)
Autoritarian (otoriter), merupakan model pengasuhan dimana orang tua menerapkan peraturan yang keras beserta hukumannya, memiliki kontrol yang tinggi dan penerimaan yang rendah terhadap anak, menunjukkan sikap emosional yang tinggi.
Pada anak berdampak pada sikap anak yang mudah tersinggung, penakut, mudah stress dan terkadang menunjukkan perilaku yang tidak percaya diri sehingga menghambat dalam pergaulan sosialnya.
Permissive (memanjakan)
Permissive (memanjakan), merupakan model pengasuhan yang menerapkan penerimaan yang tinggi terhadap anak namun kontrolnya rendah, anak sangat minim peraturan dan terkesan bebas untuk berbuat sesuai kehendaknya tanpa ada batasan dari orangtua.
Pada anak berdampak pada mudahnya menunjukkan perilaku yang agresif, impulsif dan memberontak jika mendapatkan hambatan, senang mendominasi lingkungan dan perilaku yang ditunjukkan tanpa tujuan yang jelas.
Authoritative
Authoritative, merupakan model pengasuhan yang bersifat penerimaan dan kontrol orang tua terhadap anaknya sama-sama tinggi, bersifat sangat responsif terhadap kebutuhan anak sehingga anak terbiasa berkomunikasi terbuka dua arah dengan orangtua, memberikan arahan dan bimbingan dengan cara yang membuat anak nyaman.
Pada anak hal ini akan mempengaruhi rasa percaya diri dan self control yang kuat, mudah bekerjasama dalam team, rasa ingin tahu dan keinginan untuk belajar sesuatu yang baru sangat kuat sehingga mudah berprestasi dan memiliki tujuan yang jelas.
Pola asuh melibatkan suatu perhatian untuk dapat melakukan interaksi yang hangat dan penuh penerimaan sehingga dibutuhkan adanya keinginan untuk meluangkan waktu memberikan kesempatan kepada anak mendapatkan perhatian penuh dari kedua orang tuanya sehingga karakter anak akan terbentuk dengan baik.
Baca Juga: 9 Cara Mendeteksi Anak Berkebutuhan Khusus
Bagaimana cara parenting yang baik?
Berikut beberapa tips parenting yang baik dan efektif untuk membantu orang tua dalam mendidik anak dan remaja dengan baik:
- Terapkan aturan yang konsisten dan juga sesuai dengan usia anak
- Perhatikan perkembangan anak, berikan reward jika anak melakukan suatu hal yang baik dan berikan punishment jika anak bersikap buruk
- Komunikasikan dengan jelas alasan dan tujuan ketika kita meminta anak melakukan sesuatu
- Berikan arahan dan dorongan kepada anak untuk mampu memahami dampak perilakunya terhadap lingkungan di sekitarnya.
Pola asuh memiliki peranan yang penting karena pembentukan karakter terjadi yang utama dari keluarga, meningkatkan kualitas interaksi anak dengan orang tua, mengoptimalkan tumbuh kembang anak, mencegah anak dari perilaku menyimpang atau pengaruh lingkungan yang buruk serta mendeteksi kelaianan pada tumbuh kembang anak.
Ingatlah bahwa setiap anak unik, dan apa yang berfungsi untuk satu anak mungkin tidak berlaku untuk yang lain. Jadilah orang tua yang sabar, fleksibel, dan terbuka untuk terus belajar dan tumbuh bersama anak Anda.

Dr. Ratih adalah seorang spesialis Jiwa (psikiater) yang tertarik untuk memperdalam masalah perkembangan jiwa anak. Lahir di Denpasar Bali, mengambil pendidikan spesialisasi di Universitas Udayana Bali.
Bagikan Artikel Ini




